KEPEMIM PINAN
Kepemimpinan tidak mudah untuk
dikuasai. Diperlukan waktu yg cukup lama dan proses yang cukup panjang untuk
seseorang menjadi seorang pemimpin yang baik.
Seorang
pemimpin harus menyadari bahwa ia tidak bisa menjadi pemimpin yang efektif
kalau ia tidak bisa menjalin relasi yang baik dengan mereka-mereka yang
dipimpinnya. Kepemimpinan harus berawal dari concern atau kepedulian
kepada orang lain. Pemimpin yang baik menyadari bahwa ia adalah pemimpin yang
tugasnya melayani orang lain atau oarng-orang yang dipimpinnya.
Untuk menjadi pemimpin yang efektif sekaligus efisien, seseorang harus berani
meniru apa yang baik, berhasil dan berguna yang dilakukan pemimpin lain.
Sebaliknya apa yang salah, gagal dan tidak bermanfaat jangan ditiru. Untuk
menjadi efektif dan efesien kita bisa belajar darai kesalahan orang lain dan
jangan mengulangi kesalahan yang sama, sehingga waktu kita tidak habis dengan
sia-sia. Seorang pemimpin seharusnya juga menjadi motivator yang hebat. Ia bisa
membangkitkan kembali semangat timnya yang lumpuh akibat kegagalan yang
dialami.Untuk
menjadi seorang pemimpin wajib bagi dirinya untuk memiliki etika dalam
berorganisasi dan berinteraksi dengan orang yang dipimpinnya dan juga seorang
pemimpin harus bertanggung jawab terhadap kewajibannya atau tugasnya serta
terhadap yang dipimpinnya.
Pertama, pemimpin
sejati harus menyadari akan tanggung jawabnya secara menyeluruh dan memahami
mengapa ia ada sebagai pemimpin serta mengetahui untuk apa ia berada dengan
tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggung jawab, pertanggungjawaban
kepemimpinan yang ada padanya.
Kedua, pemimpin harus harus menyadari bahwa ia memilik
kapasitas utuh disertai kemampuan dan keandalan dengan visi, misi dan fokus
yang jelas untuk bekerja. Tahu bagaimana bekerja efektif, efisien dan sehat,
guna memimpin yang membawa keuntungan besar bagi organisasi seperti bawahan,
staf, dan pemimpin dan lingkungan dimana kepemimpinan dijalankan.
Ketiga, pemimpin harus menerima pemercayaan dalam
penanggungjawaban kepemimpinan ini dan bertekad kuat mengamalkan tanggung jawab
dalam mengelola sikap serta perilaku berkualitas, dalam memanajemeni, fokus
pada sasaran berhasil, melalui upaya memimpin secara berkualitas.
Penanggungjawaban kepemimpinan seorang
pemimpin memberikan otoritas sebagai landasan kewibawaan kepemimpinannya.Seorang
pemimpin yang bijak dan bertanggung jawab pasti memiliki kiat untuk menghindari
sekaligus mengatasi tabrakan antara kepentingan pribadi dengan etika dan
moralitas kehidupan serta memiliki hati nurani untuk hidup dalam etika yang
tidak melecehkan semua kepercayaan dari para stakeholdersnya.Selain tanggung
jawab seorang pemimpin juga harus memiliki etika dalam memimpin.Siapapun pasti
tidak ingin disebut sebagai pemimpin yang tidak beretika. Pemimpin yang bijak
tahu bahwa kekuasaan dan kekuatan tidak akan berjalan sempurna tanpa panduan
etika dan moralitas kepemimpinan.Kepemimpinan tanpa etika adalah malapetaka
karena dapat menimbulkan ketidakstabilan dan kehancuran.Seorang pemimpin wajib
untuk memimpin dengan berpondasikan etika yang kuat dan santun.Sebab, tanpa
etika kepemimpinan, maka pemimpin tidak akan pernah mampu menyentuh hati
terdalam dari para pengikut
Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan
perilaku etik dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. Tanggung
jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku
secara etik pula, serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya
dalam kode-kode etik.
Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan
nilai-nilai etika organisasi, maka perilaku etik adalah apa yang konsisten
sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Berperilakulah secara konsisten dengan apa
yang benar-benar penting. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. Perspektif
mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebih jernih
sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku
kita sendiri sehingga kita mampu menuntun orang lain.Siapapun pasti tidak ingin
disebut sebagai pemimpin tanpa etika. Namun, kekuasaan dan kekuatan di
cengkraman diri akan menggoda untuk mempermainkan kekuasaan dan kekuatan sesuai
nafsu dan ego diri. Padahal kekuasaan dan kekuatan itu ada karena titipan dari
orang-orang yang percaya pada integritas pemimpin. Oleh karena itu, pemimpin
tidak boleh lupa untuk menjalani kekuasaan dan kekuatan dengan panduan etika
dan moralitas yang tinggi.Seorang pemimpin yang beretika pasti memiliki
kepercayaan diri yang kuat sehingga mampu menggoreskan rasa bangga yang diikuti
dengan sikap rendah hati kepada orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang
memiliki etika juga memiliki kesabaran yang akan mampu menolongnya untuk tetap
konsisten terhadap pilihannya dan menunggu hasilnya dengan usaha yang maksimal.
Sehinggaorang yang dipimpinnya merasa bahwa pemimpin seperti itu patut
dijadikan teladan bagi dirinya.
Pada hakikatnya setiap pribadi manusia adalah pemimpin yang mempunyai tujuan
untuk dicapai. Setidaknya setiap pribadi adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.
Jika ia telah mampu untuk memimpin dirinya sendiri maka barulah ia akan mampu
utnuk memimpin orang lain serta membimbing mereka mencapai tujuan. Seorang
pemimpin tentunya memiliki tanggung jawab terhadap sesuatu yang menjadi
kewajiban atau tugasnya dan juga harus bertanggungjawab atas
kepemimpinannya secara menyeluruh.
Seorang pemimpin yang memiliki etika dan tanggung jawab akan mampu membawa
organisasi yang dipimpinnya sampai ke puncak keberhasilan dengan memanfaatkan
semua potensi yang ada pada semua anggota organisasi yang dipimpin.Seorang
pemimpin menjadikan etika sebagai dasar mengoptimalkan semua bakat dan potensi
sumber daya manusia, dan meningkatkan nilai dari semua sumber daya yang
dimiliki oleh organisasi serta menghargai semua kualitas dan kompetensi
sumber daya manusia. Dan bukan seorang pemimpin yang menciptakan jarak antara
mimpi dan realitas. Tetapi dia seorang pemimpin beretika yang membantu semua
mimpi pengikutnya menjadi kenyataan dalam kebahagiaan.Seorang pemimpin harus
mengawali dengan membangun kesadaran dirinya bahwa kepadanya ada
penanggungjawaban kepemimpinan. Penanggungjawaban kepemimpinan menjelaskan
bahwa pemimpin telah diakui serta dipercayai sehingga ia menjadi pemimpin.