1. Sebagai
seorang pemimpin, penting bagi
kita membuka diri untuk mau menerima kritik serta saran dari orang lain. Tapi
harus bijak memilah milah mana pendapat dan masukan yang layak untuk ditindak
lanjuti. Seorang Pemimpin yang cerdas , ketika sebuah kritikan atau masukan
datang kepadanya maka dengan pemikiran dan hati yang terbuka akan menerima itu
semua dan berpandangan bahwa kritikan atau masukan itu merupakan suatu batu
loncatan atau motivasi untuk dia melangkah lebih maju lagi untuk menjadi agent
of change and development yang lebih baik. Maksudnya disini adalah
pemimpin ini dapat memandang bahwa kritikan atau masukan yang datang padanya
adalah merupakan suatu kesempatan baginya untuk menjadi yang lebih lagi untuk mengembangkan
kepemimpinannya dari posisi yang ada sekarang dimana dia sedang menjalaninya. Kepemimpinan
visoner dan transformasional adalah kepemimpinan yang mampu menggerakkan
seluruh sumber daya menjalankan misi agar dapat mendekati visi yang ditetapkan
serta mampu mengembangkan intuisi, imajinasi dan kretaifitasnya untuk
mengembangkan organisasinya.Seorang pemimpin visioner harus
memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan bawahan dalam organisasi.
Hal ini dibutuhkan pemimpin untuk menghasilkan bimbingan,dorongan, dan motivasi.
2. Faktor
pendukung :
Selalu
introspeksi diri
Semua
pemimpin pernah mengalami kesalahan dan seorang pemimpin harus belajar dari
kesalahan tersebut agar tidak terulang lagi.
Menerima masukan dan kritik orang
lain
Tetapi harus
bijaksana dalam menanggapi masukan dan kritik tersebut.
3. Faktor yang
menghambat :
Komunikasi yang kurang baik.
Komunikasi
dalam kepemimpinan melibatkan minimal dua pihak yaitu pihak yang memimpin dan
pihak yang dipimpin. Komunikasi antara keduanya sangat menentukan dalam hal
ini. Bagaimana kinerja serta kontrol kerja akan terlaksana dengan baik jika
komunikasi antara atasan dan bawahan kurang baik?
Bawahan berusaha
untuk mengerti sedangkan pemimpin berusaha untuk memahami bawahan, dan selanjutnya
mengomunikasikan dengan jelas dan menarik apa yang menjadi keinginan atau
visinya.
4. Cara
mengatasi :
Menyampaikan secara terbuka.
Keterbukaan
dalam berkomunikasi akan menumbuhkan rasa saling percaya di antara kedua belah
pihak. Sampaikanlah bukan saja apa yang Anda perlu sampaikan, melainkan lebih
dari itu. Keterbukaan yang dimaksud tentu dengan kebijaksanaan.
Menyampaikan maksud dengan jelas
Lebih baik
menggunakan satu kalimat yang dapat dimengerti, daripada seribu kalimat yang
sulit dimengerti. Sehingga penyampaikan informasi tidak menimbulkan
kebingungan dan kesalahpahaman.