Rabu, 18 Juni 2014

stereotipe visioner leadership



1.      Sebagai seorang pemimpin, penting bagi kita membuka diri untuk mau menerima kritik serta saran dari orang lain. Tapi harus bijak memilah milah mana pendapat dan masukan yang layak untuk ditindak lanjuti. Seorang Pemimpin yang cerdas , ketika sebuah kritikan atau masukan datang kepadanya maka dengan pemikiran dan hati yang terbuka akan menerima itu semua dan berpandangan bahwa kritikan atau masukan itu merupakan suatu batu loncatan atau motivasi untuk dia melangkah lebih maju lagi untuk menjadi agent of change and development yang lebih baik. Maksudnya disini adalah pemimpin ini dapat memandang bahwa kritikan atau masukan yang datang padanya adalah merupakan suatu kesempatan baginya untuk menjadi yang lebih lagi untuk mengembangkan kepemimpinannya dari posisi yang ada sekarang dimana dia sedang menjalaninya. Kepemimpinan visoner  dan transformasional adalah kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh sumber daya menjalankan misi agar dapat mendekati visi yang ditetapkan serta mampu mengembangkan intuisi, imajinasi dan kretaifitasnya untuk mengembangkan organisasinya.Seorang pemimpin visioner harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan bawahan dalam organisasi. Hal ini dibutuhkan pemimpin untuk menghasilkan bimbingan,dorongan, dan motivasi.
2.      Faktor  pendukung :
Selalu introspeksi diri
Semua pemimpin pernah mengalami kesalahan dan seorang pemimpin harus belajar dari kesalahan tersebut agar tidak terulang lagi.
Menerima masukan dan kritik orang lain
Tetapi harus bijaksana dalam menanggapi masukan dan kritik tersebut.
3.      Faktor yang menghambat :
Komunikasi yang kurang baik.
Komunikasi dalam kepemimpinan melibatkan minimal dua pihak yaitu pihak yang memimpin dan pihak yang dipimpin. Komunikasi antara keduanya sangat menentukan dalam hal ini. Bagaimana kinerja serta kontrol kerja akan terlaksana dengan baik jika komunikasi antara atasan dan bawahan kurang baik?
Bawahan berusaha untuk mengerti sedangkan pemimpin berusaha untuk memahami bawahan, dan selanjutnya mengomunikasikan dengan jelas dan menarik apa yang menjadi keinginan atau visinya.
4.      Cara mengatasi :
Menyampaikan secara terbuka.
Keterbukaan dalam berkomunikasi akan menumbuhkan rasa saling percaya di antara kedua belah pihak. Sampaikanlah bukan saja apa yang Anda perlu sampaikan, melainkan lebih dari itu. Keterbukaan yang dimaksud tentu dengan kebijaksanaan.
Menyampaikan maksud dengan jelas
Lebih baik menggunakan satu kalimat yang dapat dimengerti, daripada seribu kalimat yang sulit dimengerti. Sehingga penyampaikan informasi tidak menimbulkan kebingungan dan  kesalahpahaman.